Tampilkan postingan dengan label Unic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unic. Tampilkan semua postingan

5 Kota Tertua yang ada di Indonesia

Sabtu, 23 Juni 2012 | komentar

5. Kota Medan 1 juli 1590



Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.










4. Semarang 2 Mei 1547


Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan kota yang dipimpin oleh wali kota Drs. H. Soemarmo HS, MSi dan wakil wali kota Hendrar Prihadi, SE, MM. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 624 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara). Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.





3. Jakarta 22 Juni 1527


Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).

Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.





2. Magelang 11 April 907 M



Kota Magelang adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Kota ini terletak di tengah-tengah kabupaten Magelang. Karena memang dulunya Kota Magelang adalah ibukota dari Kabupaten Magelang sebelum mendapat kebijakan untuk mengurus rumah tangga sendiri sebagai sebuah kota baru. Kota Magelang memiliki posisi yang strategis, karena berada di jalur utama Semarang-Yogyakarta. Kota Magelang berada di 15 km sebelah Utara Kota Mungkid, 75 km sebelah selatan Semarang, dan 43 km sebelah utara Yogyakarta. Kota Magelang terdiri atas 3 kecamatan, yakni Magelang Utara, Magelang Selatan dan Magelang Tengah , yang dibagi lagi sejumlah kelurahan.
Hari Jadi Kota Magelang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989, bahwa tanggal 11 April 907 Masehi merupakan hari jadi. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari seminar dan diskusi yang dilaksanakan oleh Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Magelang bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang dengan dibantu pakar sejarah dan arkeologi Universitas Gajah Mada, Drs.MM. Soekarto Kartoatmodjo, dengan dilengkapi berbagai penelitian di Museum Nasional maupun Museum Radya Pustaka-Surakarta. Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan Mantyasih, yang saat ini dikenal dengan Kampung Meteseh di Kelurahan Magelang. Mantyasih sendiri memiliki arti beriman dalam Cinta Kasih. Di kampung Meteseh saat ini terdapat sebuah lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan.

Untuk menelusuri kembali sejarah Kota Magelang, sumber prasasti yang digunakan adalah Prasasti POH, Prasasti GILIKAN dan Prasasti MANTYASIH. Ketiganya merupakan parsasti yang ditulis di atas lempengan tembaga.

Parsasti POH dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M), dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh, sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.

Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907. Dalam Prasasti ini disebut pula Desa Mantyasih yang ditetapkan oleh Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung sebagai Desa Perdikan atau daerah bebas pajak yang dipimpin oleh pejabat patih. Juga disebut-sebut Gunung SUSUNDARA dan WUKIR SUMBING yang kini dikenal dengan Gunung SINDORO dan Gunung SUMBING.

Begitulah Magelang, yang kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi Ibukota Karesidenan Kedu dan juga pernah menjadi Ibukota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas - luasnya kepada daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.

Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke 18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membangun Alun - alun, bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Dalam perkembangan selanjutnya dipilihlah Magelang sebagai Ibukota Karesidenan Kedu pada tahun 1818.

Setelah pemerintah Inggris ditaklukkan oleh Belanda, kedudukan Magelang semakin kuat. Oleh pemerintah Belanda, kota ini dijadikan pusat lalu lintas perekonomian. Selain itu karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman serta pemandangannya yang indah Magelang kemudian dijadikan Kota Militer: Pemerintah Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.





1. Palembang 17 Juni 683 M




Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").


sumber : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15064821

7 Fakta Unik Seputar Miss V

Sabtu, 16 Juni 2012 | komentar




Miss V! Begitu unik, misterius, dan merupakan salah satu organ seksual yang sangat penting bagi wanita. Sama seperti sidik jari dan tekstur permukaan lidah, demikian pula dengan Miss V. Tak ada seorang wanita pun yang memiliki 'model'Miss V serupa di dunia ini. Ingin tahu lebih dekat tentang berita-berita menarik seputar alat kelamin wanita ini? Kita intip yang mau lewat berikut ini yuk.

1. 'Rambutnya' bisa sangat panjang
Seorang wanita bernama Maoni Vi, asal Capetown, Afrika Selatan, dikabarkan memiliki rambut area genital terpanjang. Setelah diukur, panjang rambut area pubisnya mencapai 28 inci (sekitar 70 cm). Apakah kini ia mencukur, atau malah mengepang rambut tersebut? Hmm, tak ada yang tahu...

2. Ukuran raksasa
Bukan hanya 'milik' pria saja yang bisa berukuran big size, namun Miss V wanita juga bisa. Nama Anna Swan tercatat dalam sejarah sebagai wanita pemilik Miss V terbesar. Hal ini tentu tak mengherankan, mengingat tinggi tubuhnya yang mencapai 2,27 meter. Jadi otomatis, semua bagian tubuhnya memiliki ukuran super besar juga bukan?

3. Bisa mengangkat beban
Aneh memang, namun berbagai media memuat nama Tatiata Kozhevnikova sebagai pemilik Miss V terkuat. Bayangkan saja, dengan alat kelaminnya, Tatiata bisa mengangkat barbel seberat 14 kg.

4. Elastisnya labia
Sementara wanita Amerika sibuk mengoperasi miliknya agar kembali kencang, para wanita Rwanda justru sibuk meregangkan labia mereka. Dalam budaya setempat, semakin panjang labia, maka semakin baik pula hubungan seks yang mungkin terjadi. Sementara World Health Organization menganggap hal ini sebagai mutilasi bagi alat genital perempuan, namun labia kendur justru dianggap sebagai aset berharga di negara terpadat kawasan Afrika Tengah ini.

5. Wanita tanpa Miss V
Seorang wanita bernama Susan tercatat lahir tanpa Miss V. Namun ia tidaklah sendiri, sebab survei menunjukkan 1 dari 4000 wanita memiliki nasib serupa. Menurut catatan medis, "Secara eksternal, area genital para wanita tanpa Miss V itu normal-normal saja. Mereka memiliki klitoris, labia, dan uretra, semua pada tempatnya. Perbedaannya terletak pada Miss V yang hanya muncul seperti lesung kecil." Kondisi ini menyebabkan para wanita tersebut diklaim tidak memiliki Miss V (Agenesis Vagina).

6. Bermain musik
Keunikan lainnya adalah Miss V ternyata bisa dipakai untuk bermain musik. Dan, Kazoo (instrumen musik yang suaranya mirip suara lebah) adalah alat musik yang dipilih Amy Watson untuk menunjukkan kemampuan uniknya tersebut.

7. Dua Miss V
Jika beberapa wanita lain harus menerima kenyataan hidup tanpa Miss V, maka berkah khusus datang pada Lauren Williams yang dianugerahi 2 Miss V, 2 serviks, dan 2 rahim.

Patung Keren Yang Unik Berbahan Kaca

| komentar




Karya patung transparan nan indah ini terbuat dari kaca. Karya tersebut dibuat oleh seorang Seniman kaca yang sudah diakui dunia internasional, yaitu Robert Mickelsen. Setiap patung yang Ia buat terkenal sangat detail dan rinci.



Patung-patungnya kerap mengangkat tema ataupun objek seputar makhluk hidup, seperti yang terlihat di bawah ini, yaitu seperti objek hewan, manusia, dan objek lainnya yang sudah kita ketahui sebelumnya. Salah satunya yaitu replika botol Coca Cola yang tampil apik dengan balutan kaca, lengkap dengan tutupnya.



Setiap karyanya menyuguhkan keindahan yang mampu mencengangkan mata dan menghasilkan respon positif dari setiap penikmatnya. Salut deh untuk mas Robert, karyanya sangat menginspirasi dunia seni patung lokal maupun internasional, lanjutkan mas.



 










Menakjubkan! Nik Wallenda sang Pria AS dengan Seutas Tali Seberangi Air Terjun Niagara

| komentar

Nik Wallenda

Nik Wallenda menjadi pria pertama yang sukses melintasi air terjun Niagara di atas seutas tali dalam jangka waktu 116 tahun terakhir. Pria yang dijuluki 'daredevil' ini juga berhasil mencatatkan rekor sebagai manusia pertama yang berhasil 'menyeberang' air terjun ini dari sisi New York, AS ke sisi Ontario, Kanada.

Aksi menegangkan Wallenda ini disaksikan oleh puluhan ribu orang yang berkumpul di sekitar kawasan Niagara. Aksi ini juga disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi AS, ABC.

Pada Jumat (15/6), sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Wallenda yang berkaos merah ini berjalan di atas seutas tali sepanjang 600 meter yang dibentangkan tepat di atas air terjun Niagara yang tercatat sebagai air terjun terbesar di kawasan Amerika Utara ini. Terdapat sebuah sambungan radio dua arah melalui sebuah earphone yang terpasang pada tubuh Wallenda, sehingga dia bisa tetap berkomunikasi dengan sang ayah, Terry Troffer.

"Ya Tuhan, sangat luar biasa, benar-benar menakjubkan, saya merasa sangat baik. Ini benar-benar persoalan fisik, tidak hanya mental, tapi juga fisik," ucap Wallenda kepada ayahnya, sesaat setelah memulai aksinya, seperti dilansir oleh AFP, Sabtu (16/6/2012).

"Melawan hembusan angin tidaklah mudah. Aku merasakan tanganku mati rasa," imbuhnya. Sang ayah berusaha memberikan semangat kepada Wallenda ketika putranya tersebut beraksi.

Para penonton yang terdiri atas beragam usia pun berteriak menyemangati Wallenda. "Ayo Nik! Ayo Nik!" teriak mereka. Melihat tanggapan penonton yang heboh, Wallenda sempat melakukan aksi 'nekat' yang menghebohkan kerumunan penonton. Ketika hendak mencapai ujung tali, Wallenda sedikit berlutut dan kemudian melambai ke arah penonton.

Dengan bantuan sebuah tongkat penyeimbang, Wallenda berhasil menyeberang ke sisi Kanada dalam waktu sekitar 30 menit. Percikan air dan hembusan angin yang kencang mengiringi aksi Wallenda, namun tidak menghalanginya untuk melintas dengan sukses.

Begitu mencapai ujung tali yang terpasang di sisi wilayah Ontario, Kanada, Wallenda segera memeluk keluarganya yang telah menunggu dan kemudian menelepon neneknya untuk memberi kabar baik. Wallenda sebelumnya berjanji akan segera menelepon sang nenek yang tidak bisa ikut hadir, begitu dia selesai beraksi.

Saat diwawancarai oleh reporter ABC usai beraksi, Wallenda menyatakan niatnya untuk kembali melakukan aksi serupa di Grand Canyon.

Diketahui bahwa Wallenda memiliki latar belakang penampil sirkus dan ahli akrobat terkenal di AS. Keluarga Wallenda yang telah dikenal publik AS sejak tahun 1978 ini, diketahui sering melakukan aksi-aksi stunt menakjubkan yang melibatkan ketinggian. Aksi-aksi mereka ini pernah ditayangkan dalam serial TV terkenal yang berjudul 'The Great Wallendas'.



Feat: Nik Wallenda walks across the Niagara Falls in an attempt to be the first man ever to complete the walk





Danger: Mr Wallenda was finely poised above the surging waterfall which has taken many casualties in the past





Relief: The daredevil punched the air when he made it to the other side after 25 minutes



Epic: Mr Wallenda described the view over the Falls, which he is the only person ever to have seen, as 'breathtaking'



Torrents: The skilled tightrope walker never broke his concentration, even when surrounded by the rush of thousands of gallons of water



Spray: The water coming off the Falls was just one of several weather phenomena which Mr Wallenda had to contend with




Scale: From afar, the walker is barely visible against the background of the mighty Niagara Falls



Breathtaking: The spectacle enjoyed by Mr Wallenda during his unique experience is unlike that granted to anyone else



Setting out: Mr Wallenda pictured just a couple of minutes after starting his walk, when he was still walking downhill into the 'valley' of the rope



Scenic: Those who made the journey to watch Mr Wallenda were awarded with a once-in-a-lifetime view



Nearly there: Mr Wallenda became visibly more cheerful, though tired, when he was in sight of his Canadian destination



Home stretch: Mr Wallenda showboats for the crowd as he reaches the final few yards of his amazing walk



Coming in: The acrobat was delighted to find an eager crowd waiting for him when he arrived in Canada



Departure: Crowds in New York state watch Mr Wallenda start his quest to cross the Falls, unsure if he would make it all the way



Packed: There was barely enough space for all those who wanted to watch the feat to do so



Route: This graphic shows how Mr Wallenda plans to make his way from the U.S. side of the Falls to the Canadian side



Waiting for him: The tightrope across Niagara Falls pictured ahead of Nik Wallenda's attempt to walk across it on Friday night




Daredevil: Mr Wallenda's feat will be unprecedented if he makes it all the way across the iconic waterfall



Crowd: Spectators assemble on the Canadian border to watch Mr Wallenda make his attempt




The first to cross the gorge: French acrobat and tightrope walker Charles Blondin was the first ever person to cross a section of Niagara Falls on a 1,000 foot long tightrope in 1859, but chose a calmer spot downstrea
m

Sagano, Hutan Bambu yang Bersiul di Jepang

Minggu, 10 Juni 2012 | komentar

Sejuk, hijau dan merdu, itulah kira-kira apa yang Anda lihat dan rasakan saat berlibur ke Sagano Bamboo Forest di Jepang. Saat angin berhembus, deret bambu di hutan ini kerap mengeluarkan suara seperti siulan. Indah!

Keindahan pemandangan dan suara yang tercipta di Hutan Bambu Sagano membuat kawasan ini menjadi salah satu objek wisata tercantik di Jepang. Hutan ini menjadi tempat yang cocok untuk jalan-jalan santai atau bersepeda. Anda pun bisa menyewa sepeda di sini.

Hutan yang terletak di barat laut Kyoto Basin, Jepang ini bisa dicapai dengan menggunakan kereta dari Kyoto. Dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dengan kereta, Anda pun bisa menjelajah hutan seluas 16 km2 ini. Saat paling tepat melancong ke sini adalah saat angin sedang berhembus bersahabat.

Tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lemah, hembusan angin yang bersahabat ini akan menciptakan musik alam yang syahdu. Gemerisik dedaunan yang bergesekan dengan batang, ditambah dengan siulan angin yang datang dari sela batang akan membuai Anda. Sungguh menentramkan hati.

Rute trekking yang tersedia cukup besar dan bagus. Jalan yang terbuat dari aspal ini hampir selalu bersih karena hampir tidak pernah ada wisatawan yang membuang sampah sembarangan. Satu-satunya sampah yang ada di sini adalah daun yang gugur.

Bersepeda adalah kegiatan yang paling asyik dilakukan saat pagi atau sore hari. Cuaca masih terbilang teduh dan ada cahaya matahari yang menemani Anda. Sedangkan saat siang, jalan-jalan santai di sepanjang hutan menjadi alternatif kegiatan banyak wisatawan.

Oh iya, jangan lupa untuk menonton tarian alam yang tak kalah indah dari nyanyiannya. Saat angin menghembus ke dalam hutan, ujung bambu akan bergoyang ke kiri dan kanan atau depan dan belakang. Bayangkan puluhan bahkan ratusan pohon bambu bergerak bersamaan dan berirama. Sungguh pertunjukan alam yang memesona!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HackStoob | Hack Crack Trick Software - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger